Pages

Jumat, 15 April 2011

Lirik Lagu Shinee A-yo



 [Jonghyun] gakkeum honjaseo gireul geotda jamsi meomchwo juwil hanbeon dulleoboda
honjaraneun gibune himi deul ttaen geuttaen nareul ttarahae nareul nareul ttarahae eh
[onew]tto honjaseo jame deulda aesseo kkubeokkkubeok jichin nuneul gamda
[key] jakku manheunmanheun saenggage jam motdeul ttaen geuttaen nareul ttarahae nareul nareul ttarahae eh
** A-yo himi deul ttaen dungtadak rhythme gidaeeo oh neol hyanghan uriui noraero oh
modu A-yo modu A-yo
A-yo jam motdeul ttaen tuk teoreo rhythme matgigo oh pyeolchyeojil naeire gidaero oh
modu A-yo modu A-yo

[taemin] IQneun dujari, siheom jeomsudo dujari jeongyo seokchaneun sejari dodaeche why why

[key] haru onjongil doraoneun geon jansori oneuldo chaeksang apeseon mwolhangeoni why why
[Jonghyun] sumgappeun harue swil got hana eobseodo oh oh jeoldae yakhaejijima ah ah
No way No way
[Onew] seoreoun mam arajuri eobseodo oh oh jeoldae pogihajima ah ah
Your way Your way
** Repeat
[Key] mideotdeon sarama nae modeungeol bachyeo jalhaetgeonman gyejeolbakkwideut byeonhaebeorin ni sarangeun Bye, goodbye
[MinHo] sigani eopdan mal maeilgachi chamajun geojitmal moreuneuncheok dorawajulgeora mideotji geuttaen geuttaen
[Onew] gakkeumssik nunmuri dununapeul garyeodo oh oh jeoldae yakhaejiji ma ah ah
No way No way
[Jonghyun] jammotdeun bam kkeuchi eobseoboyeodo oh oh jeoldae pogihajima ah ah
Your way Your way
** Repeat
Woo~ himi deul ttaen saenggakhae neol bangyeojul nugungal

nega ogil gidarimyeo neol hyanghaeseo utgo isseo hey
Woo~ jam motdeul ttaen gidaehae tto pyeolchyeojil naeireul
i bami gamyeon nege
* Repeat
** Repeat

Fase Persalinan

Fase persalinan
Ilmu kebidanan Sarwono Prawirohardjo
Fase laten: 8 jam, pembukaan terjadi sangat lambat sampai 3 cm
Fase aktif:
- Fase akselerasi: dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjadi 4 cm
- Fase dilatasi maksimal: dalam waktu 2 jam pembukaan 4 cm menjadi 9 cm
- Fase deselerasi: dalam waktu 2 jam pembukaan 9 cm menjadi lengkap
Fase-fase tersebut terjadi pada primigravida. Pada multigravida juga demikian, namun fase laten, aktif, dan fase deselerasi terjadi lebih pendek.
William 21, 428:
Fase laten: Selama fase ini, orientasi dari kontraksi uterus adalah pada perlunakan servik serta penipisan (effacement). Kriteria minimal Friedman untuk memasuki fase aktif adalah pembukaan dengan laju 1,2 cm/jam untuk nulipara, serta 1,5 cm/jam untuk multi para.
Rosen (1990): dinyatakan masuk fase aktif bila pembukaan 5 cm.
Friedman & Sachtleben (1963): menyatakan prolonged latent phase bila > 20 jam pada nullipara dan 14 jam pada multi para.
Faktor penyebab prolonged latent phase adalah: sedasi yang berlebihan atau anesthesia konduksi, kondisi serviks yang buruk (tebal, tidak menipis, serta tidak membuka), serta false labor.
Friedman: koreksi prolonged latent phase dengan istirahat maupun stimulasi oksitosin sama-sama efektif. Istirahat dengan sedatif yang kuat, 85% wanita tersebut kemudian memasuki fase aktif, 10% hilang kontraksinya, serta sisanya false labor.
Friedman: tidak nyata mempengaruhi mortalitas serta morbiditas maternal serta janin

Fase aktif:
Dilatasi serviks antara 3 – 4 cm. Fase aktif adalah terminologi yang menggambarakan laju dilatasi tercepat, yang secara konsisten dimulai pada saat serviks berdilatasi dari 3 cm ke 4 cm.
Sehingga, dilatasi serviks 3 ke 4 cm atau lebih, dengan kontraksi uterus, mencerminkan fase aktif. Laju pembukaan serviks pada fase aktif: 1,2 cm/jam untuk nulipara, serta 1,5 cm/jam untuk multi para.
Contoh: nulipara yang masuk fase aktif dengan pembukaan 3- 4 cm akan dapat mencapai pembukaan 8 sampai 10 cm dalam 3-4 jam.
Bila pembukaan 4 cm, akan dapat mencapai pembukaan 10 cm dalam 4 jam
Desensus dimulai pada tahap akhir dari fase aktif, dimulai pada pembukaan 7 sampai 8 cm pada nulipara dan makin cepat setalah 8 cm.
Friedman: membagi masalah pada fase aktif menjadi 2: protraction (perpanjangan) serta arrest (terhenti)
Protraction (perpanjangan) fase aktif: laju yang lambat dari dilatasi serviks atau desensus; dimana pada – nulipara : < 1,2 cm/jam atau desensus yang <1 cm/jam
- multipara: < 1,5 cm/jam atau desensus yang <2 cm/jam
Arrest: penghentian dari dilatasi maupun desensus
Arrest of dilatasi: 2 jam tanpa perubahan dilatasi serviks
Arrest of descent: 1 jam tanpa desensus

30% dari Protraction (perpanjangan) fase aktif: adalah CPD
45% dari Arrest fase aktif: adalah CPD
Penyebab lain yang terkait dengan kelainan Protraction & Arrest tersebut antara lain adalah sedasi yang berlebihan, analgesia konduksi, malposisi janin seperti POPP.
Oksitosin diberikan apabila terjadi arrest tanpa CPD.

Hendrick dkk: Nuli dan multipara mulai inpartu pada pembukaan 4 cm.

Kala II: mulai pembukaan lengkap sampai akhir dari ekspulsi janin. Rata-rata waktunya adalah: 50 menit untuk nuli, serta 20 menit untuk multipara.
Nuli; sampai 2 jam, multi sampai 1 jam

Failure of descent: tidak terjadi penurunan pada fase deselerasi atau pada kala II




William Manual of Obstetrics, 162
Di USA, seseorang dinyatakan masuk dalam proses persalinan berdasarkan pada dilatasi yang lebar/luas/extent dengan kontraksi yang menimbulkan nyeri. Bila seorang wanita datang dengan membran amnion yang utuh, dengan dilatasi serviks 3 sampai 4 cm atau lebih besar, maka terdapat alasan yang kuat untuk menganggap bahwa ia berada di ambang/permulaan diagnosis persalinan yang sesungguhnya. Pada kasus seperti itu, mulainya persalinan (onset of labor) dianggap pada saat penderita masuk rumah sakit. Metode perkiraan (dalam menegakkan diagnosis pesalinan yang sebenarnya) seperti di atas, menghilangkan banyak ketidakpastian dalam penegakan diagnosis persalinan selama tahap awal dilatasi serviks.
Persalinan kala I:
Friedman, melalui pendekatan ilmiahnya telah menjabarkan perjalanan (kemajuan) normal dari suatu persalinan. Ia menjabarkan kurva persalinan yang karakteristik seperti pada gambar 23-1. Grafik tersebut menunjukkan baik saat persiapan (atau fase laten) dan dilatasi (atau fase aktif) dari persalinan kala I. Juga ditunjukkan pelvic division , yang berkaitan/berhubungan dengan penurunan dari kepala janin melalui pelvis. Gambar 23-2 menunjukkan rata-rata kurva dilatasi untuk wanita nulipara sesuai dengan yang dijabarkan oleh Friedman.
Fase Laten:
Mulainya fase laten persalinan sesuai difinisi menurut Friedman adalah titik dimana ibu merasakan adanya kontraksi yang teratur. Selama fase tersebut, orientasi dari kontraksi uterus berkenaan dengan adanya perlunakan serta penipisan dari serviks. Fase laten tersebut disertai dengan dilatasi serviks yang progresif, walaupun berlangsung lambat, dan berakhir pada dilatasi serviks antara 3 dan 5 cm.
Faktor-faktor yang mempengaruhi durasi dari fase laten meliputi sedasi yang berlebihan atau analgesia epidural, kondisi serviks yang buruk (seperti misalnya: tebal, tidak menipis, atau tidak berdilatasi), serta persalinan palsu. Intervensi aktif dalam fase persalinan ini, seperti misalnya stimulasi oksitosin atau amniotomi, seringkali mengecewakan, dan persalinan palsu dapat dikelirukan dengan persalinan fase aktif.
Yang penting, bahwa perpanjangan fase laten tidak berhubungan dengan luaran janin yang buruk.
Fase Aktif:
Fase aktif dari persalinan kala I secara umum dinyatakan dimulai pada dilatasi serviks sebesar 3 sampai 4 cm atau lebih, disertai dengan adanya kontraksi uterus. Friedman melaporkan laju rata-rata perubahan servikal sebesar 1,2 cm/jam pada nulipara dan 1,5 cm/jam pada multipara. Dengan mempertimbangkan adanya/dijumpainya variasi durasi persalinan, maka waktu persalinan sampai 11,9 jam pada wanita nulipara masih dianggap normal.
Tabel 23-3 menunjukkan pola pesalinan abnormal serta metode penatalaksanaannya. Hal tersebut mencakup prolongation disorders (perpanjangan fase laten), dan protraction and arrest disorders (kelainan perpanjangan fase aktif). Protraction disorders mengacu pada laju yang lambat dari dilatasi servikal atau penurunan bagian terendah janin. Arrest disorders mengacu pada penghentian yang komplit baik pada dilatasi servikal maupun pada penurunan bagian terendah janin, atau keduanya.
Persalinan Kala II:
Fase ini dimulai ketika dilatasi servikal lengkap (pembukaan lengkap) dan berakhir dengan ekspulsi janin. Rata-rata waktu/durasinya adalah 50 menit untuk nulipara dan 20 menit untuk multipara, namun terdapat variasi yang sangat lebar.
Pada wanita dengan paritas yang lebih besar yang telah mengalami dilatasi vagina dan perineum sebelumnya, maka dengan dua atau tiga kali mengedan setelah pembukaan lengkap mungkin cukup untuk melahirkan bayinya. Sebaliknya, pada wanita dengan contracted pelvis (kesempitan panggul) atau dengan janin yang besar, atau dengan gangguan mengedan karena analgesia epidural atau sedasi yang kuat, maka kala II dapat berlangsung lama (abnormal).
Batasan waktu yang masih dapat diterima dari kala II persalinan pada nulipara adalah 2 jam dan 1 jam untuk multipara dengan waktu tambahan bila pada wanita tersebut diberikan analgesia epidural.
Akhir-akhir ini telah ditunjukkan bahwa jika kala II melewati batas waktu tersebut maka hal tersebut tidak berakibat buruk pada luaran janin; namun bagaimanapun juga hal tersebut mengurangi kemungkinan keberhasilan persalinan pervaginam.

Ringkasan dari persalinan normal:
Persalinan ditandai dengan kecekatan (brevity), dengan mempertimbangkan variasi biologis, dan tidak serumit seperti bila diantisipasi berdasarkan interpretasi grafik-statistikal yang kontemporer. Persalinan kala aktif dapat didiagnosis bila dilatasi servik sebesar 3 cm atau lebih disertai adanya kontraksi uterus. Sekali ambang dilatasi serviks tersebut dicapai, dapat diharapkan terjadinya kemajuan untuk mencapai kelahiran yang normal, tergantung dari paritas, yang terjadi dalam 4 sampai 6 jam atau lebih. Antisipasi dari kemajuan pada kala II selama 1 atau 2 jam dibatasi oleh kepastian dari keamanan janin. Akhirnya, kebanyakan wanita dalam kondisi persalinan normal, tanpa memperhatikan paritas maupun jika tidak tertangani, akan melahirkan dalam waktu kurang-lebih 10 jam setelah masuk kedalam persalinan spontan. Bila ‘melewati batas waktu persalinan normal’ merupakan satu-satunya komplikasi kehamilan, maka intervensi selain persalinan sesaria harus dipertimbangkan sebelum mempergunakan metode tersebut untuk mempersingkat waktu persalinan yang mengalami kegagalan kemajuan tersebut. Aktivitas uterus yang tidak mencukupi sering terjadi dan merupakan kausa kemajuan persalinan abnormal yang dapat dikoreksi.
Persalinan tidak saja dapat menjadi lambat seperti yang dijabarkan pada Bab ini, namun persalinan dapat pula menjadi cepat (abnormal)-presipitatus-yang cepat (ekstrim). Didifinisikan sebagai persalinan yang diakhiri dengan ekspulsi dari janin dalam waktu yang kurang dari 3 jam.

hiduppp...hiduppp

HIDUP MANUSIA ITUSEPERTI SEBUAH BUKU….SAMPUL DEPAN ADALAH TANGGAL LAHIR DAN SAMPUL BELAKANG ADALAH TANGGAL BERPULANG. TIAP LEMBAR ADALAH HARI-HARIDALAM HIDUP ADA YANG TEBAL ADAPULA YANG TIPIS.HEBATNYA SEBURUK APAPUN HALAMANAN SEBELUNYA,SELALU TERSEDIA HALAMAN SELAJUTNYA YANG BERSIH, BARU DAN TANPA CACAT…SAMA DENGAN HIDUP KITA … SEBURUK APAPUN KEMARIN, ALLOH SELALU MENYEDIAKAN HARI YANG BARU UNTUK KITA, KESEMPATAN YANG BARU UNTUK MELAKUKAN SESUATU YANG LEBIH BAIK DARI KEMARIN, MEMPERBAIKI KESALAHAN DAN MELANJUTKAN ALUR CERITA YANG SUDAH DITETAPKANNYA…..

私のブログへようこそ

Waktu

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.


Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.


Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan